
Tangerang. Pantaupublik – Ratusan mimpi kuliah S2 hancur. Sebanyak 129 calon mahasiswa mengaku menjadi korban program beasiswa subsidi Yayasan Cakra Inti Indonesia (YCII) yang menggandeng Universitas Islam Syekh Yusuf (Unis).
Total dana yang sudah disetor mencapai Rp457.9.50.000. Masing-masing korban membayar pelunasan Rp3.550.000.
Kuliah perdana yang dijanjikan mulai 3 Juni 2026 hingga pertengahan Juli ini tidak ada kejelasan. Kelas tidak ada, dosen tidak ada, Nomor Induk Mahasiswa (NIM) pun tak kunjung terbit.
Pimpinan bahanapos. sempat mencoba mengonfirmasi pihak Cakra melalui WhatsApp. Namun pihak Cakra memilih bungkam.
Karena desakan korban, Cakra dan Unis akhirnya menggelar Zoom meeting yang diikuti 129 orang. Alih-alih solusi, forum itu justru berubah jadi ajang saling tuding.
“Saat dipertanyakan terkait perkuliahan, baik dari pihak Cakra maupun Unis saling melempar tanggung jawab,” ungkap Sulaiman, Pimpinan Redaksi Media Pantaupublik yang juga termasuk korban.
Tak puas dengan Zoom, perwakilan korban mendatangi langsung Kampus Unis, Rabu (15/7/2026). Mereka bertemu dengan Dr. Hardjito, Direktur Pascasarjana Unis.
Di hadapan korban, Hardjito menyampaikan fakta yang bikin geger:
“Sampai saat ini, dana yang diterima dari Cakra baru biaya pendaftaran Rp500 ribu. Selain itu belum ada dana yang disetor ke Unis. Jika biaya masuk, biaya Pra kuliah sudah diterima Unis, otomatis akan langsung diterbitkan Nomor Induk Mahasiswa (NIM),” ucap Hardjito.
Pernyataan itu memicu pertanyaan besar: Lalu kemana Rp451 juta yang sudah dibayar 129 korban?
Didesak terus, Windi bagian Administrasi Cakra akhirnya memberi jawaban Senin (13/7/2026):
“Untuk pengembalian uang tersebut proses refund paling lambat tanggal 21 Agustus 2026. Alasannya, sebagian dana sudah disetor ke Unis.”
Jawaban itu langsung ditolak korban. Mereka menilai ini bukan lagi keterlambatan, tapi dugaan penipuan bertopeng pendidikan.
“Ketika pelunasan kemarin semuanya didesak suruh cepat bayar. Giliran kami minta hak, malah dipersulit. Apakah uangnya sudah habis?” tegas Sulaiman dengan nada kecewa.
“Kami selaku korban kecewa dan menilai ini diduga penipuan bertopeng pendidikan. Kami minta pihak Cakra maupun pihak Unis segera mengembalikan uang pembayaran kuliah secepatnya jangan banyak alasan,” lanjutnya.
Lebih tegas lagi, para korban menyatakan sudah tidak percaya dan tidak akan melanjutkan kuliah di kampus yang sama karena menilai baik Cakra maupun Unis tidak konsisten.
“Kami minta segera kembalikan lagi uang yang sudah disetor ke pihak Cakra. Kami tidak mau menunggu lama-lama sampai bulan Agustus,” ujar Sulaiman.
Kasus ini kini tidak hanya disorot media. Pimpinan Media Online Pantaupublik menyatakan akan mengambil langkah tegas.
“Kami selaku pimpinan media online pantaupublik akan menyurati Gubernur Banten untuk menyampaikan dugaan penipuan ini. Kami minta ada perhatian dan perlindungan dari pemerintah daerah agar tidak ada lagi korban pendidikan seperti ini,” tegas nya
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada pernyataan resmi tertulis dari Yayasan Cakra Inti Indonesia maupun Unis Tim pantaupublik masih terus mengawal dan meminta hak jawab dari kedua belah pihak. ( Sulaiman )